Berkunjung ke Situs Megalitikum Gunung Padang

November 18, 2016

Mau liburan super murah di dalam negeri yang belum terlalu terjamah?
*Silakan baca dengan nada iklan travel tour*
Pict by: Me. Yes of course it is.


Alright, tanggal 28 Agustus lalu teman gua tiba-tiba ngajak ke Gunung Padang. Yang terlintas di benak gua saat itu adalah Padang Sumatera Barat. "Buset jauh amat". Tapi setelah disuruh googling akhirnya baru tau kalo lokasinya ternyata ada di Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Cianjur.

Terus gimana cara menuju kesana? Disini serunya, saat googling gua menemukan postingan di sebuah travel website atau blog gitu lupa deh, tapi ada seseorang bernama Bejo, nekat naik motor sendirian dari Tangerang ke Gunung Padang Cianjur. Iya SENDIRIAN! JO, NEKAT KALI KAU JO.

Lantas kenekatan orang itu meyakinkan gua dan teman gua untuk bawa motor kesana, kebetulan kami juga tinggal di Kota Tangerang, jadi tinggal mengikuti petunjuk Lord Bejo. Nah saran buat temen-temen yang mau ke Gunung Padang, jangan sendirian ya, biar bisa gantian nyetir karena capek dan pegel. Oh iya, kalau lebih pilih naik mobil mungkin nggak pegel, tapi siap-siap macet di puncak, plus saat tiba di tujuan, nggak bisa parkir lebih jauh karena terjal. Jadi naik motor saat ini adalah opsi terbaik. Serta pastikan kondisi kendaraan lu benar-benar sehat ya.


Begini jalur yang saya ambil dari Tangerang:
Tangerang - BSD - Kabupaten Bogor - Kota Bogor - Puncak - Kabupaten Cianjur - Gunung Padang.

Bisa lewat Sukabumi nggak? Bisa dong, tapi jalanannya nggak lebih bagus dari jalur yang gua pilih tadi.
Isi bensin gimana nih? Tenang, SPBU masih ada sampe Cianjur. Tapi begitu sampai jalur pemukiman menuju Gunung Padang, udah nggak ada lagi, hanya ada bensin eceran di warung-warung.


Dari Tangerang gua berangkat jam 9 pagi, dan tiba disana jam 3 sore. Dengan beberapa kali istirahat dan neduh karena hujan dan panas yang nggak menentu jadi bingung mau pake jas hujan terus atau nggak. Jangan lupa bawa bekal, atau bisa mampir di Puncak. Tapi di lokasinya juga ada warung kok.

Akrab kan dengan jalan ini?
Nah setelah melewati puncak dan Istana Cipanas, lu akan tiba di Cianjur, terus aja ikuti GPS ya, sampai ada papan penunjuk jalan di sebelah kiri bertuliskan "Gunung Padang". Maaf nih lupa difoto, karena perjalanan hampir 6 jam jadi buru-buru takut kesorean. Nanti bakal melewati pemukiman warga yang menanjak dan juga bakal menghampiri kebun teh, dan pemandangan gunung gede dari kejauhan. Sayangnya gua datang saat cuaca mendung.

Ini jalanan menuju puncak Gunung Padang
Dari sini masih sekitar 5 km lagi
God, this is so good.
By the way, nikmati aja perjalanannya, karena pemandangannya juga enak di mata. Dan lu juga bisa liat terowongan rel kereta yang tua, tapi sayang pas gua mau foto biar terkesan classic, disitu lagi rame. Nggak dapet momennya.

Stasiun Lampegan
Kalau sudah sampai, silakan beli tiketnya, murah kok sekitar Rp. 2000. Dan disana ada 2 jalur tangga menuju puncak Gunung Padang, yang kiri jalan terjal batu alami, lebih cepat dekat ke puncak tapi lebih terjal dan melelahkan. Yang kanan jalur lebih jauh tapi lebih nyaman dan rapih jalannya. 
Karena pengen cepat sampai gua pilih yang terjal. Ternyata gua salah pilih, capek dan rada berbahaya hahaha. Buat yang jarang olahraga akan terasa banget capek nafasnya.


Semangat ikuti Lord Bejo!

Sudah hampir sampai! Wah ada yang berfantasi tuh.
Nah kalau sudah sampe di atas, rasanya kayak liat pemakan kuno zaman pra-sejarah. Kalau kata para penjaga tempat ini sih, ini lebih tua dari piramida di Mesir. Who knows, right?
Anyway, disini disediakan tempat sampah di berbagai sudut, tapi gua menemukan masih aja ada orang bodoh yang nggak peduli keasrian alam. Tol*l, nggak usah jalan-jalan lah kalo nggak bisa ngerawat alam.

*Oh iya jalur yang gua lalui ini hanya untuk naik aja, kalau turun hanya boleh lewat jalur yang jauh tadi agar lebih aman.

Yeay!
Pohon. Iyalah.

Cuaca nggak menentu, gua sempat mengalami panas dan hujan 2x saat diatas sini.
Kenapa ada tali? Karena ada beberapa batu yang nggak boleh diinjak. Apalagi dipake untuk berfantasi bersama kekasih.

Tampak atas
Ada tempat sampah nya kan?
Nah disini juga ada warkop nya lho kalo mau ngopi di pinggir situs ini. Dan kalo mau tanya, ada bapak-bapak penjaga yang pake baju hitam kayak guru silat cimande gitu.



Okay setelah hari mulai gelap, gua memutuskan untuk pulang. Rasa lelah cukup terbayar sih. Tapi sayangnya, pemerintah kurang atau belum terlalu perhatian dengan tempat ini. Terlihat dari akses jalan menuju kesini. Padahal ini cukup menjanjikan. Kalau pengelolanya kreatif seperti di Maribaya atau Cikole, Lembang Bandung. Mungkin ya.. mungkin bisa dibangun tempat asik di sekitar situs ini.

Kebun, teh.

Pemandangan dikala petang yang mengiringiku pulang

Buat lu yang mau jalan-jalan kesini, nggak perlu takut kantong jebol. Cukup bensin, uang makan atau bawa bekal. Karena tiket masuk sama kayak harga parkir kendaran bermotor. Murah kan?

See ya on the next post!

You Might Also Like

2 comments

  1. Prokkk prokkk prookkkk... ditunggu trevellernya lagii :)

    ReplyDelete
  2. Take me there... ��

    ReplyDelete