Memilih Charger Smartphone Yang Tepat

December 29, 2016


Nge-charge smartphone pake charger merk lain sebenarnya boleh lho!

Charger original atau bawaan dari smartphone kita pasti akan rusak saat waktunya tiba. Entah itu kabelnya atau kepala chargernya yang bermasalah, atau kalau lagi beruntung ya rusak dua-duanya. Nah saat ini terjadi akan ada anggapan kalau baterai smartphone nya rusak kalau nge-charge pake charger merk lain. Tapi sebenernya boleh. Kenapa?

Ketakutan yang kerap terjadi adalah takut ampere nya beda, misalnya handphone dengan charger asli 1 Ampere diisi dengan arus 2 Ampere. Atau sebaliknya.

Kalau merajuk kepada Ilmu Elektronika Dasar, yang berbahaya adalah kalau Voltase Charger-nya yang lebih besar, bukan arus berapa Ampere-nya. Besarnya arus hanya berpengaruh pada berapa lama handphone kamu akan terisi bila pakai charger dengan Amper yang berbeda. Sebagai contoh smartphone dengan Baterai 2000mAh di-charge dengan Charger 2A akan penuh selama 1 jam, maka bila di-charge dengan yang 1A akan penuh selama 2 jam. Karena kira-kira 1 Ampere untuk 1000mAh baterai.

Kembali ke masalah Voltase, sekarang ini charger smartphone pada umumnya menggunakan output 5V, jadi kita nggak perlu khawatir karena yang membedakan itu resitansinya resistor dalam charger yang akan membedakan berapa arus (Ampere yang akan dikeluarkan si charger. Nah kalau lu perhatikan di kepala charger akan ada tulisan tentang spesifikasi si charger tentang berapa Voltase dan Ampere nya.

Charger original Galaxy A3 2016 saya
Nah, charger smartphone gua rusak, dengan spesifikasi 5V dan 1.5A gua bisa charge dengan charger merk manapun selama masih 5V, tapi idealnya saya lebih baik pilih yang Ampere nya sama atau lebih besar daripada yang Ampere nya lebih kecil karena akan memperlambat pengisian.

Lebih baik beli charger original merk lain daripada beli merk yang sama dengan smartphone kita tapi kualitasnya palsu atau yang ngaku-ngaku asli. Kenapa? karena belum tentu dayanya sama dengan tulisannya, plus build quality-nya nggak menjamin itu akan bertahan lama. Bahkan bisa aja nggak support sama smartphone itu sendiri, gua pernah ngalamin.
Jadi apakah charger merk Nillkin atau Vivan lebih bagus dari Samsung KW? Jelas. Karena mereka merk original bukan abal-abal yang dikemas dengan merk branded. Idealnya charger tersebut juga ada diharga yang diatas 100rb, kalau beli charger 30-50rb ngaku original, jangan percaya deh. Dan yang terpenting cek spesifikasinya. Saya sendiri akhirnya beli Nillkin karena reputasinya bagus cuy!

Apa efek pemakaian dari charger dengan ampere lebih tinggi?
Sebenarnya nggak ada efeknya. Kenapa? Sirkuit listrik pada smartphone umumnya hanya memasukan arus yang memang dibutuhkan saja, tapi ada juga yang didesain bisa menerima arus lebih besar, jadi bisa lebih cepat penuh dengan ampere lebih besar. Ini pun tetap aman.

Apa efek pemakaian dari charger dengan ampere lebih rendah?
Nah kalau ini sebenarnya nggak dianjurkan karena selain akan lebih lama saat pengisian baterai, bisa memungkinkan terjadinya ketidakseimbangan arus yang diterima.

Kalau charge dari kabel data yang terhubung ke laptop?
It depends. Karena arus dari laptop hanya sebesar 0.5A, ya aman karena kalau kita memindahkan data pasti sambil nge-charge secara otomatis, tapi bisa dikatakan nggak karena kalau tujuan utamanya buat charge dari low sampe full, selain akan lama, juga bisa ngerusak laptop (Ini terjadi sama laptop gua).

So, jangan pake charger murahan serta perhatikan spesifikasinya kalau bukan charger bawaan smartphone-nya. Semoga bermanfaat sampai akhir hayat! 

You Might Also Like

0 comments