PERJALANAN MENEMUKAN MINIMALISME

October 28, 2018


Pada saat postingan ini terbit, usia saya sudah 26 tahun. Tentu saja menginjak seperempat abad membuat saya melakukan beberapa review dan preview tentang goals saya. Terlebih buat saya pribadi, 26 itu dekat ke 30, sedangkan 24 dekat ke 20.

Another reminder for what I've done.

Semua orang tau bahwa usia 20-an itu rumit. Dibilang remaja, sudah bukan, dibilang mapan juga kebanyakan orang belum mencapai level tersebut. Menurut saya kemapanan seseorang itu dilihat tidak hanya mampu secara finansial tapi juga dewasa secara mental. Maka usia 30 umumnya merupakan angka ideal untuk mendeskripsikan kemapanan seseorang.

Dengan kata lain, usia 20-an itu tanggung jawabnya besar. Kita tidak boleh  hidup kebanyakan mengeluh, hura-hura, dan yang terpenting, jangan sampai hilang arah.

Setelah berdiskusi dengan pasangan, saya mendapat banyak inspirasi dari beberapa content creator di social media, mulai dari minimalisme, merdeka secara finansial, dan banyak lagi. Those things blown me away, sekaligus menampar saya secara keras bahwa ada beberapa hal yang perlu saya perbaiki untuk hidup lebih baik:

  • Perilaku konsumtif dalam berbelanja hal yang tidak perlu-perlu amat
  • Jumlah uang yang disisihkan sebagai tabungan
  • Investasi masa depan
  • Performa dalam bekerja
  • Segerakan membeli rumah

Saya suka belanja online, saya suka koleksi banyak macam parfum, hampir beli lebih dari 2 jenis jam tangan, ngopi dan makan di temat yang fancy, dan gaya hidup miskin lainnya. Saya nggak bilang itu semua salah, standar hidup orang berbeda, permasalahannya adalah siapa yang mengatur standar hidup anda? Jangan jawab kalau hidup dan kebahagiaan anda diatur oleh gaya hidup teman atau idola yang anda follow di social media.

Buat saya, kebiasaan membiarkan gaji hanya numpang lewat untuk bayar tagihan kredit atau gaya hidup lain tanpa menabung terlebih dahulu itu harus dihentikan. Segera.

I don't want to buy something I can't afford in order to impress people I don't know.

Sejak hampir sebulan terakhir, saya mulai menjalankan gaya hidup minimalis. Dimulai dari mengurangi serta mendonasikan barang-barang yang tak terpakai, berhenti belanja yang tidak perlu, eliminasi dengan hanya memiliki 2 jenis parfum dan 2 jenis jam tangan, serta merevisi setiap keinginan dan daftar belanja dengan amat hati-hati.

Tau apa yang terjadi? I am so happy. Really.

Semakin sedikit barang yang kita punya tapi berkualitas, semakin bahagia hidup kita, dan semakin kita bisa menghargai value sesuatu. Ini juga yang membuat saya bisa lebih fokus terhadap goal yang belum tercapai.


The less is more.

Terima kasih. Sampai jumpa di postingan berikutnya.


You Might Also Like

0 komentar