Decluttering: Seni merelakan barang-barang yang tak terpakai

Juni 24, 2019

Pernah merasa kalau anda memiliki terlalu banyak barang yang tidak terpakai di rumah?


Coba cek isi lemari pakaian, dapur, rak sepatu, atau bahkan beberapa sudut ruangan yang ternyata banyak barang sudah nggak pernah kita sentuh lagi. Pernah shopping karena diskon dengan harapan dalam hati "Ah nanti juga kepake kok" padahal sampai sekarang nggak sama sekali? Itu dia!

Terima kasih sudah membaca postingan pertama saya tentang apa itu Minimalism. Saatnya sekarang kita bahas seberapa pentingnya decluttering dalam minimalism serta manfaat yang bisa anda dapatkan.

Less stuff, less maintenance.

Seperti judul postingan ini, kita harus relakan barang-barang yang tak terpakai dan tidak ada value nya lagi. Kenapa harus declutter sih? Dengan hanya memiliki sedikit barang, berarti hanya sedikit biaya dan waktu untuk merawatnya.

Quality over quantity.

Lebih baik punya sedikit tapi awet dan berkualitas, daripada punya banyak tapi malah cepat menjadi sampah. Selain bagus untuk kita, hal ini juga bagus untuk lingkungan.

Remove first, then organise.

Lakukan eliminasi barang-barang terlebih dahulu, pisahkan ke dalam dua bagian; Remove and Donate. Setelah anda tahu mana yang harus dibuang dan mana yang masih bisa didonasikan, anda baru bisa mulai organise barang yang anda suka dan butuhkan.

Minimalism is a process of removing the distractions.

Ingat di postingan pertama saya, minimalism is different to everyone. Jangan lakukan declutter secara extreme, karena isi rumah anda berbeda dengan orang lain, anda pun pasti punya sentimental item yang berbeda. Minimalism juga tidak ada deadline-nya, anda bisa mulai dari isi lemari pakaian anda terlebih dahulu, hari berikutnya seisi kamar, dan berlanjut ke ruangan lainnya. Jadi tidak ada alasan anda masih tinggal di rumah orang tua atau sudah punya rumah sendiri.

By removing useless stuff, you're removing the distractions.

Coba bayangkan, saat ini saja produktivitas kita sudah terdistraksi oleh banyaknya notifikasi di social media. Dengan memiliki lebih sedikit barang artinya lebih sedikit hal yang memecah konsentrasi kita sehingga kita lebih sehat dan produktif.

Having less stuff means having more money.

Ada yang bilang minimalism itu berarti minim uang, hemat, cenderung irit bahkan pelit. Hei! Mari kita pahami. Hemat adalah result. Justru karena anda seorang minimalist, anda jadi tahu mana yang harus dibeli dan mana yang nggak perlu. Karena menerapkan hidup minimalis anda jadi berhemat, bukan sebaliknya.

Decision maker.

In my opinion, inilah manfaat besar yang akan dirasakan setelah decluttering. Betul, decluttering melatih diri untuk berani ambil keputusan, berani menentukan, punya sikap, serta prinsip hidup yang kuat.


Always remember,


less is more.



You Might Also Like

0 komentar